Google Data Studio merupakan produk Google yang dulunya hanya bisa diakses oleh pengguna Google 360, dan pada saat itu masih merupakan versi beta.

Saat ini semua orang bisa mengakses Google Data Studio selama memiliki akun email google. Cukup dengan melakukan akses ke tautan https://datastudio.google.com

Google Data Studio sangat berguna dalam membuat visualisasi data yang ingin dilaporkan. Visualisasi yang ditampilkan berupa sebuah dashboard yang interaktif dan dapat menampilkan data secara real time.

Terdapat banyak fitur-fitur yang sangat keren dari Google Data Studio (DataStudio) yang menjadi alasan kenapa harus mencoba aplikasi ini.

Dukungan Berbagai Sumber Data

Sumber Data yang didukung oleh Google Data Studio

DataStudio mendukung semua sumber data dari produk Google, seperti Google Search Console, Google Analytics, Google Ads, dan lain sebagainya.

Bahkan DataStudio mendukung sumber data mulai format csv hingga koneksi data ke database langsung baik itu Postgre ataupun mySQL.

Visualisasi Data

Layaknya seperti Microsoft Excel atau Google Sheets, Google Data Studio memiliki berbagai jenis chart untuk melakukan visualisasi data. Salah satu chart yang menarik adalah adanya Pivot Table.

Dengan berbagai jenis pilihan chart, dapat membuat dashboard memiliki visualisasi yang sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan.

Pada akhir bulan lalu, Google baru saja menambahkan fitur drill down untuk dapat melihat data secara lebih detail.

Interactive Data Filter

Google Data Studio memiliki fitur yang disebut filter control yang berfungsi untuk melakukan filter terhadap data yang divisualisasikan.

Fitur Filter Control Google Data Studio

Dimensi yang akan digunakan untuk melakukan filter bisa dipilih berdasarkan data yang digunakan di Google Data Studio.

Selain itu, pada tiap chart ada yang disebut Interactions Filter. Fitur ini berguna untuk melakukan filter secara interaktif antara chart yang ada pada dashboard.

Extract Data untuk Google Analytics

Fitur ini bisa dibilang merupakan salah satu fitur yang menarik jika ingin melakukan analisa data Google Analytics.

Biasanya pada saat melakukan analisa data, hanya beberapa tabel data saja yang dibutuhkan. Sedangkan jika kita menggunakan semua tabel, tentunya akan membuat waktu komputasi untuk mengolah data semakin lama.

Dengan adanya fitur ini, membuat pengolahan data menjadi lebih ringan, karen hanya menggunakan tabel data yang diinginkan saja.

Data Blend

Biasanya ketika ingin membuat laporan yang merupakan join antara dua atau lebih data, untuk di Microsoft Excel biasanya menggunakan vlookup. Sedangkan di Google Data Studio terdapat fitur yang diberi nama data blend.

Fitur ini menggabungkan hingga empat sumber data dengan key dimension yang mana menjadi penghubung antar data.

Mekanisme join keys pada data blending

Hasil dari penggabungan data ini menggunakan mekanisme left outer join. Yaitu dimana data yang akan dikembalikan adalah semua baris yang memenuhi kondisi join key dan baris data dari data yang ada di sebelah kanan yang memenuhi kondisi.

Selengkapnya mengenai data blend bisa dibaca di article ini

Featured image Photo by Lukas Blazek on Unsplash

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *